peringatan ini menjadi momentum untuk mematahkan stigma yang selama ini membatasi perempuan, terutama dalam akses pendidikan dan pengembangan diri
DP2KBP3A-Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menghadirkan nuansa berbeda dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2026.
Kegiatan kali ini digelar melalui kolaborasi bersama Dekranasda, TP PKK Provinsi Kalbar, BKOW, serta Woman Writing World.
Mengusung tema “Memang kenapa bila aku perempuan? Aku tak mau jadi budak kebodohan”, peringatan ini menjadi momentum untuk mematahkan stigma yang selama ini membatasi perempuan, terutama dalam akses pendidikan dan pengembangan diri.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong perempuan agar memiliki otonomi atas pikiran, masa depan, serta kebebasan dalam mengambil keputusan. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam memutus rantai keterbatasan yang selama ini melekat secara sosial maupun historis.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah peluncuran dan bedah buku berjudul “Camilan Kenangan”, yang merupakan kumpulan tulisan karya perempuan Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi sekaligus penguatan literasi bagi perempuan.
Kepala Dinas DP3APPKB Provinsi Kalbar, Marlyana, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi hak perempuan dalam aspek intelektualitas.
“Melalui kegiatan ini, kita mengajak perempuan untuk meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan logis. Perempuan yang terdidik, baik secara formal maupun informal, tentu akan memiliki daya tawar yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu, digelar pula Workshop Make Up Artist (MUA) bagi pemula yang diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota serta berbagai organisasi perempuan di Kalimantan Barat. Workshop ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan agar mampu berwirausaha dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga.
Ia berharap berbagai kegiatan tersebut dapat mendorong perempuan menjadi lebih mandiri, berdaya, serta mampu menentukan pilihan hidup tanpa tekanan. Peningkatan kapasitas perempuan juga diyakini akan berdampak luas, mengingat perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan agen perubahan sosial di masyarakat.
Selain kegiatan edukatif dan pemberdayaan, turut dilaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) serta Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak, baik dalam aspek hukum, kemanusiaan, maupun kesehatan.
Untuk memeriahkan peringatan, kegiatan juga diisi dengan Parade Wastra dan Gelar Produk Karya Perempuan yang menampilkan beragam produk fashion, kriya, dan kuliner khas Kalimantan Barat.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia, Bank Kalbar, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah post by jmk (Dp2KBP3A.ptk)
